Caroll Senduk Ajak Kenya dan Jerman Rancang Proyek Percontohan Pemanfaatan Langsung Energi Panas Bumi

KOTATOMOHON.COM – Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH menghadiri pembukaan The 3rd Exchange of South-South and Triangular Cooperation on Geothermal Energy (SSTC GEO Kenya–Indonesia–Germany) di Four Points by Sheraton Manado, Senin 10 November 2025.

Kegiatan internasional ini merupakan kerja sama segitiga antara Kenya, Indonesia dan Jerman yang berfokus pada pengembangan energi panas bumi secara berkelanjutan dan inklusif dengan Kota Tomohon dan Manado sebagai tuan rumah pelaksanaan tahun ini.

Wali Kota Caroll Senduk dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tomohon untuk menjadi tuan rumah bersama kegiatan pertukaran pengetahuan internasional tersebut.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan menjadi bagian dari program penting ini yang berfokus pada pengembangan panas bumi berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan energi panas bumi di Tomohon telah mendorong kemajuan di berbagai sektor seperti agroindustri melalui Pabrik Gula Aren Masarang yang memanfaatkan air limbah panas bumi (geothermal waste brine) untuk mendukung petani lokal dan ekonomi pedesaan. Pariwisata, dengan objek seperti Danau Linow dan Pemandian Air Panas Lahendong yang menarik lebih dari 150.000 wisatawan setiap tahun. Kemudian pemberdayaan masyarakat di mana dana hasil bagi panas bumi lebih dari Rp 69 miliar sejak tahun 2022 telah dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan program kesehatan.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan harapan agar revitalisasi Pembangkit Listrik Siklus Biner Tondangow dapat terwujud melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal EBTKE, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), GIZ Jerman serta masyarakat lokal dan berharap proyek ini menjadi model pembangkit listrik mikro berbasis komunitas.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengundang para mitra dari Kenya dan Jerman untuk bersama-sama merancang proyek percontohan pemanfaatan langsung energi panas bumi seperti pusat pengeringan geothermal, desa hijau dan taman edukasi, menuju visi bersama energi bersih, inklusif dan berkelanjutan bagi semua.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, perwakilan Pemerintah Jerman (GIZ), delegasi dari Kenya, para narasumber.

Program SSTC GEO berada di bawah proyek Renewable Energy Mini-Grids in South-South Triangular Cooperation in Indonesia (ENTRI). Kegiatan ini telah diselenggarakan sebelumnya di Bandung (November 2024) dan Kenya (Agustus 2025) dan kini memasuki tahap ketiga di Manado-Tomohon (November 2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *