DAK Fisik Pendidikan-DAK Non Fisik Kearsipan Realisasi Keuangan Nol
KOTATOMOHON.COM – Pertumbuhan ekonomi Kota Tomohon Tahun 2025 menurut release BPS pada triwulan III menunjukkan tren positif dengan mencapai angka 5,61 persen. Angka kemiskinan berada pada level 4,86 persen, menjadikan Kota Tomohon sebagai daerah dengan angka kemiskinan terendah di Sulawesi Utara.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka Tahun 2024 sebesar 7,79 persen lebih kecil dari angka pada tahun sebelumnya sebesar 8,52 persen. Berdasarkan data tersebut, seluruh kepala perangkat daerah dan stekholder terkait untuk terus melakukan upaya guna peningkatan capaian perkembangan indikator makro Kota Tomohon terutama dalam tingkat pengangguran terbuka yang masih tinggi.
Adapun indikator pemerataan pembangunan menunjukkan tren positif. Gini ratio Tahun 2024 berada pada angka 0,347. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat setiap tahun mencapai 80,06 sebagai pancapaian kedua tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara. Demikian pula dengan PDRB per kapita 2024 mencapai 56,56 juta rupiah, meningkat secara konsisten dari tahun sebelumnya.
“Capaian angka dalam indikator makro merupakan cerminan dari kinerja pembangunan. Namun lebih dari itu dibutuhkan data yang benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat, data by name by adress. Oleh sebab itu, kepada kepala perangkat daerah untuk berkolaborasi memanfaatkan DTSEN dan terus mengupdate data tersebut sesuai dengan tupoksi masing-masing. Terutama untuk masyarakat miskin, tenaga kerja produktif yang menganggur, anak usia sekolah yang tidak bersekolah, lansia, disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak huni,” ujar Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pembangunan (Rakorevbang), Rabu 26 November 2025.
Terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga triwulan III tercatat: DAK non-fisik realisasi keuangan sebesar 67,01 persen. DAK fisik realisasi keuangan masih sangat rendah sebesar 36,20 persen terutama DAK fisik pendidikan dan DAK non fisik kearsipan perpustakaan yang realisasi keuangan masih nol.
“Oleh karena itu, saya tegaskan kepada perangkat daerah pengampuh agar memberi perhatian lebih serius lagi dalam pelaksanaan kegiatan DAK baik fisik dan non fisik. Untuk pelaksanaan program prioritas nasional agar seluruh perangkat daerah mendukung dan serius untuk mensukseskan pelaksanaannya beriringan dengan program prioritas Kota Tomohon dalam pengelolaan sampah dan lingkungan, pengembangan sumber daya manusia dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Penghargaan dan prestasi yang telah diraih tidak membuat kita berpuas diri namun tetap memacu kinerja untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan keberlanjutan pembangunan di Kota Tomohon,” pungkas wali kota.


