Hardiknas Momentum Melakukan Refleksi, Meneguhkan dan Menghidupkan Spirit Pendidikan Nasional

TOMOHON – Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring SE ME menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Kota Tomohon yang diselenggarakan di lapangan kantor wali kota, Selasa 5 Mei 2026. Sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang dibacakan oleh Sekot Tomohon: Yang terhormat para tokoh pendidikan, para guru, pendidik dan tenaga kependidikan. Para pelajar, anak-anak Indonesia hebat di Tanah Air dan di mancanegara. Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, marilah kita bersyukur atas rahmat, nikmat, dan karunia yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada kita semua dan kepada bangsa Indonesia. Puji syukur, alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional dalam keadaan sehat walafiat dan kehidupan bangsa dan negara yang aman, rukun dan damai. Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Untuk melaksanakan Pembelajaran Mendalam sebagaimana mestinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis: pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar. Pada Tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.

Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban. Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa 3.000.000 rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan pada Tahun 2026 untuk 150.000 guru. Para guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah dan Bahasa Inggris. Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, dimana nominal tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan. Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik. Ketiga, Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial dan spiritual. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid. Sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik dan saling menghormati. Diperlukan usaha bersama agar sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan termasuk program penguatan karakter adalah penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan dan berbagai penguatan karakter melalui experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) dan hidden curriculum (kurikulum tersembunyi). Kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian.

Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain untuk mengetahui kemampuan akademik secara individual dan kelembagaan, TKA juga menjadi alat evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan dan salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Berbagai lomba olahraga dan seni diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat serta jiwa kesatria. Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, keadaan fisik dan faktor penghambat lain dibukakan kesempatan melalui sekolah satu atap, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), komunitas belajar, sekolah terbuka dan layanan pendidikan lainnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan peningkatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat. Usai upacara dilanjutkan dengan defile yang diikuti oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Tomohon mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). (Advetorial)


